Pendakian gunung slamet

Selasa, 22 Mei 20120 komentar

Assalamu'alaikum Wr Wb.
                           Salam lestari..........Pada postingan pertama di blog mapala trabas ini kami akan mempublikasikan sedikit cerita dan  beberapa foto dari salah satu kegiatan kami (pendakian gunung Slamet) agar dapat dijadikan dokumentasi yang dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkan.Kegiatan ini sendiri telah terlaksana pada tanggal 13-16 Januari 2012 kemarin,  pendakian ini adalah  pendakian wajib yang harus kami jalani  sebagai anggota mapala.
                           
                           Dengan beranggotakan 8 orang kami memulai pendakian ini melewati jalur Bambangan kabupaten Purbalingga. dan satu hal  takan pernah  dapat kami lupakan  dari pendakian ini adalah kami mendaki ke puncak gunung Slamet dengan membuka jalur sendiri, padahal dari 8 personel yang ikut cuma 1 orang yang sudah mempunyyai pengalaman mendaki gunung, itu berarti ketujuh anggota pendakian lainya merupakan orang orang yang belum pernah mendaki gunung sama sekali.Memang kelihatanya nekat ......hehehe............ tapi sungguh pengalaman itu takan pernah terbeli oleh apapun.
                
                           Start pendakian dari basecamp Bambangan pukul 03:30 wib dengan udara pengunungan yang membuat kami sangat kedinginan meski telah mengenakan jaket sekalipun.Dengan  mata yang masih ngantuk,suasana sepi yang mencekam kami berjalan perlahan meninggalkan kampung Kutabawa (kampung terakhir yang kami temui) melewati perkebunan warga. selangkah demi selanggkah kami ayunkan kaki kami menuju ke puncak gunung Slamet. Mas Yos, Bagus, Budi, Ruth, Hendra, Heru, Aji, Dede (personel pendakian) memutuskan untuk tidak melalui jalur biasanya, kami berbelok ke arah sebelah kiri sedangkan jalur yang semestinya dilalui oleh para pendaki adalah sebelah kanan. 

                             Setelah 13 jam  kami  berjalan menyusuri lebatnya hutan tropis gunung slamet , maka pada pukul 16:30 wib kami memutuskan untuk berkemah di alas malang. Cuaca yang sangat berkabut, sedangkan matahari yang mulai surut,curamnya jurang disekeliling kami dan lebatnya hutan yang kami lewati membuat kami  harus berfikir untuk mencari tempat yang agak lapang untuk mendirikan tenda kami.Sebelum kami mendirikan tenda kami sempat mendengar suara suara  misterius seperti orang yang berteriak  seakan memanggil manggil kami , suara itu semakin mendekat  kamipun berusaha mencari dari mana suara iitu berasal  akan tetapi tak ada satupun orang disekitar teempat itu,dan kamipun mulai merasakan ada hal yang janggal dan misterius dengan tempat itu.Setelah langit gelap tak ada satupun dari anggota kami yang berani keluar dari tenda, bahkan karena saking mencekamnya malam itu untuk buang air kencingpun kami melakukanya di depan pintu tenda.. hehehe (ketauan  penakutnya....)

                              Pagipun tiba juga, dan kami segera terbangun oleh terpaan sinar mentari yang cukup cerah dipagi itu. Puncak gunung slamet yang tadinya kami belum bisa lihat ternyata dipagi itu bisa kita lihat denggan jelas dari hutan tempat kami ng'camp. Semangat dan tenaga kamipun  naik drastis saat puncak sudah didepan mata. huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuffffffff    amazing  (kata yang terlontar dari bibir kami yang membiru kedinginan). Setelah sarapan dipagi itu usai kamipun bergegas melanjutkan pendakian kami dengan semangat yang membara, Berbeda dengan hari pertama pendakian yang medanya sangat luar biasa sulitnya, pendakian dirahi kedua tidak seberat itu, pepohonan yang kami lewati juga sudah tak selebat dan sebesar saat pendakian hari pertama, Di hari kedua pendakian  paling cuma pohon cantigi dan semak semak yang lumayan tinggi yang harus kami terobos, sesekali kami melewati areal hutan yang sempat terbakar sehingga pohon pohonya banyak yang sudah berubah menjadi arang.

                           Setelah berjalan beberapa jam akhirnya kita menjumpai pohon adellweis yang saat itu memang sedang tidak berbunga. Sebenarnya kami sangat berhasrat ingin melihat langsung bagaimana si bunga adellweis itu. Tapi tak apalah, kamipun juga mendaki bukan dimusim musim bunga adellweis itu berbunga, kamipun melanjutkan perjalanan lagi menuju puncak yang sudah  semakin dekat,,rasa kamipun semakin tak sabar ingin menapakan kakinya di gunung tertinggi ke 2 di dataran tanah jawa ini. Dan melalui berbagai hambatan, rintangan dan ujian yang melelahkan akhirnya pada pukul 12:30 kami memijakan kaki kami di puncak tertinggi ke 2 ditanah jawa ini, segala capek, lelah, hilang dalam sekejap, kami baru menyadari bahwa sungguh agungnya tuhan yang maha esa, betapa kecilnya kita , betapa lemahnya kita
sesekali kami sempat bersujud sembil menangis seakan tak percaya telah berada di puncak gunung Slamet

sekian sedikit cerita tentang pendakian kami, jika ada kata kata yang salah mohon ma'af sebesar besarnya.
Wassalamu;alaikum Wr, Wb...       ( Adji   :D )   JAYALAH TRABAS...........!!!!!!!!!!!!!!!!!!
                            
                            

 FOTO KAMI DI BATAS VEGETASI GUNUNG SLAMET 
 FOTO KAMI SAAT START DARI JALUR PENDAKIAN BAMBANGAN
 GAMBAR PUNCAK GUNUNG SLAMET YANG KAMI AMBIL  DARI TEMPAT CAMP KAMI SAAT PAGI 
 (BUDI,ADJI,BAGUS,DEDE,HERU,RUTH)) BERPOSE  DI DEPAN  SEBUAH MEMORIUM DENGAN BENDERA MAPALA TRABAS DI PUNCAK GUNUNG SLAMET
 (BAGUS,BUDI) MELEWATI PEPOHONAN DI AREAL  HUTAN YANG TERBAKAR DI HARI KEDUA PENDAKIAN
 SEKILAS GAMBARAN TENTANG JALUR PENDAKIAN KAMI DI HARI PERTAMA PENDAKIAN
 SEMANGAT YANG MENGGEBU GEBU TERPANCAR DARI WAJAH (HERU, BAGUS, RUTH, ADJI, MAS YOS)
 KEGEMBIRAAN YANG MELUAP LUAP  DARI KAMI 
 TIME TO ISTIRAHAT(pendakian hari pertama)
 Pagi yang indah dan  cerah setelah malamnya mengalami ketakutan yang teramat sangat
 Batuan Vulkanik yang sempat kami lalui sebelum mencapai puncak
narsis dikit   :D
Share this article :

Follow by Email

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. mapala trabas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger